Kelapa Sawit

Sertifikasi Mutu CPO Terus Ditingkatkan

Pemerintah Indonesia dalam beberapa waktu belakangan terus mengupayakan untuk mendapatkan devisa dari berbagai sektor, terutama yang menyangkut Sumber Daya Alama terbarui. Berbagai komoditas perkebunan serta pertanian terus diupayakan agar mampu berdaya saing di pasar ekspor. Dan salah satunya adalah komoditas kelapa sawit, untuk menghasilkan CPO terbaik dunia.

Dalam sebuah catatan diketahui, bahwa setidaknya sejak kuartal terakhir 2016 posisi Indonesia terus meningkat sebagai penghasil CPO dunia. Ini terbukti bila didasarkan pada angka hasil CPO yang rilis pada seputaran akhir 2016 yaitu terbilang pada kisaran 33 juta metrik ton. Ini bahkan mengeser posisi malaysia yang sebelum-sebelumnya menjadi tuan rumah kelapa sawit dunia dengan angka sebesar, 19,8 juta metrik ton.

Angka ini tentu saja menunjukkan bahwa pasar dunia kian berterima dengan CPO yang dihasilkan Indonesia. Tentu prestasi ini juga bukan prestasi yang stagnan. Mutu CPO harus terus ditingkatkan, salah satunya adalah dengan menjalankan sertifikasi mutu.

ISPO, Sertifikasi Mutu Pemerintah Untuk Keberlangsungan Produksi CPO Nasional
Pelaku bisnis CPO tentu didominasi oleh banyak pihak. Salah satu yang saat ini terbesar di Kalimantan adalah PT Agro Bukit. Perusahaan perkebunan kelapa sawit yang ada di Kalimantan Selatan.

Dengan reputasinya sebagai perusahaan perkebunan besar kelapa sawit besar yang menghasilkan CPO di Indonesia. PT Agro Bukit terus meningkatkan kualitasnya di berbagai lini. Baik yang secara langsung terkait dengan teknis penyelenggaraan kerja perkebunan juga sisi-sisi lainnya, seperti misalnya sertifikasi kualitas mutu CPO yang dihasilkan.
Salah satu sertifikasi mutu yang terus menjadi fokus PT Agro Bukit agar bisa ditingkatkan adalah sertifikasi mutu CPO, dimana sertfikasi ini dikeluarkan oleh pemerintah Indonesia dalam hal ini kementrian pertanian. Sertifikasi ini disebut dengang nama ISPO atau Indonesia Sustainable Palm Oil. Ini dikeluarkan oleh pemerintah dalam tujuan meningkatkan mutu CPO Indonesia serta berbagai hal lain yang terkait dengan hal tersebut.

ISPO ini adalah sebuah upaya untuk meningkatkan mutu CPO produksi Indonesia agar tak hanya sekedar mampu bersaing dari segi kuantitas produksi termasuk juga kualita produksinya. Dengan demikian, sangat banyak hal yang harus diperhatikan oleh perusahaan perkebunan kelapa sawit dalam kerangka untuk meningkatkan hasil-hasil CPO nya. Tentu saja sebagai sebuah mata rantai sejak masa penanaman pohon sampai masuk ke pengolahan.

Kondisi yang sama juga berlaku bagi perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Agro Bukit. Banyak aspek yang jadi fokus perusahaan agar tetap sesuai dengan kualitas sebagaimana yang dikehendaki assesor untuk bisa tetap mengantongi sertifikasi ISPO. Tak hanya satu namun ada setidaknya 2 aspek utama yang harus diperhatikan agar sesuai dengan sertifikasi yang ada.

Pertama adalah cara pengelolaan perkebunan yang sesuai dengan kemauan pasar global. Hal ini karena pasar CPO dunia tak hanya mengacu pada kuantitas saja untuk menerima produk CPO dari suatu negara. Termasuk juga tata cara pengelolaan perkebunan yang juga mesti diperhatikan.

Kedua, fire control juga menjadi salah satu aspek penilaian sertifikasi. Untuk sebuah perkebunan kelapa sawit fire control adalah salah satu aspek sertifikasi yang diperhatikan. Pasar CPO dunia, dalam salah satu syarat penerimaannya mengharapkan agar perusahaan perkebunan kelapa sawit punya fire control yang baik. Hal ini tentu juga menjadi fokus yang sama bagi PT Agro Bukit.

Peningkatan fokus pengembangan CPO dengan menyesuaikan pada ISPO seperti yang dijalankan PT Agro Bukit tentu adalah hal yang baik. Dengan demikian maka CPO Indonesia akan semakin berterima di pasaran global. Ini tentu akan sesuai dengan tekad pemerintah Indonesia untuk bisa mengenjot pemasukan devisa dari sumber daya alam terbarukan.

 

Advertisements